4. Metode Penelitian
Suatu
penelitian dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif. Riset kualitatif
merupakan suatu penelitian yang mendalam (in.depth), berorientasi pada kasus
sejumlah kecil kasus, termasuk satu studi kasus. Riset kualitatif berupaya
menemukan data secara terperinci dari kasus tertentu, seringkali dengan tujuan
menemukan bagaimana sesuatu terjadi. Tujuan utama riset kualitatif adalah untuk
membuat suatu fakta dapat dipahami, dan seringkali tidak terlalu menekankan
pada penarikan kesimpulan (generalisasi), atau tidak menekankan pada perkiraan
(prediksi) dari berbagai pola (yang ditemukan).
Metode
kualitatif bersifat fleksibel sehingga memungkinkan peneliti untuk mempelajari
berbagai bidang baru yang menarik. Metode kualitatif memiliki beberapa
kelemahan. Pertama, ukuran sampel seringkali terlalu kecil untuk memungkinkan
peneliti melakukan generalisasi terhadap data diluar sampel yang dipilih untuk
penelitian tertentu.
Pada
masa lalu, penelitian kuantitatif dan kualitatif seringkali dibedakan hanya
dalam dua hal : 1)riset kualitatif menggunakan jumlah responden atau ukuran
sampel yang lebih kecil; 2)karena ukuran sampel yang kecil, hasil riset
kualitatif tidak dapat digeneralisasi terhadap populasi dimana sampel ditarik.
a.
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif
Perbedaan
riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada jumlah sampel. Walaupun
kebanyakan proyek penelitian kualitatif menggunakan sampel dalam jumlah kecil
yang tidak melakukan memungkinkan generalisasi hasil penelitian terhadap
populasi, namun kenyataannya kita dapat meningkatkan ukuran sampel ebanyak yang
kita inginkan sehingga persoalan besar-kecil sampel menjadi tidak relevan lagi.
Perbedaan
riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada pengukuran. Pada masa lalu,
kebanyakn orang beranggapan bahwa penelitian kualitatif tidak melibatkan
pengukuran (measurement) karena kualitatif hanya memaparkan atau menjelaskan
saja.
5. Pengumpulan Data
Pengumpulan
data dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti eksperimen, survey atau
pengamatan lapangan (field research) penelitian kualitatif memiliki sejumlah
metode pengumpulan data seperti focus group discussion (FGD), pengamatan
lapangan, wawancara mendalam, dan studi kasus. Data kualitatif memiliki berbagai
macam bentuk. Seperti : catatan yang kita buat selama melakukan pengamatan lapangan,
transkrip wawancara, dokumen, catatn harian (diary), dan jurnal.
Riset
kuantitatif memiliki beberapa metode pengumpulan data seperti survey yang
mencakup survey melalui telepon, survey surat, dan survey internet. Pada metode
ini pertanyaan sudah bersifat tetap (statis), atau sudah terstandar.
6. Analisis dan
Interpretasi Data
Sebagaimana dikemukakan Miles dan Huberman (1994),
analisis data kualitatif terdiri atas empat tahap, yaitu 1) reduksi data (data
reduction); 2) peragaan data (data display); 3) penarikan kesimpulan
(conclusion drawing); dan 4) verifikasi. Dalam hal ini, sebagai upaya untuk
mengolah data, peneliti pertama-tama perlu mengorganisir atau menyusun data
yang telah diperolehnya secara kronologis menurut urutan kejadian selama
penelitian berlangsung. Data kualitatif dapat dianalisis dengan menggunakan
beberapa teknik analisis, dua terpenting diantaranya akan dibahas disini, yaitu
: 1) teknik komparatif tetap (the constant comparative technique) dan 2) teknik
induksi analitis (the analytical induction technique).
a.
Teknik Komparatif Tetap
Teknik ini
pertama kali dikemukakan Glasser dan Strauss (1967) dan kemudian diperbaiki
oleh Lincoln dan Guba (1985). Teknik komparatif tetap ini terdiri atas empat
tahapan, yaitu :
1. Kategori
kejadian : tahap pertama disebut dengan perbandingan kategori kejadian.
2. Perbaikan
kategori : pada tahap ini, peneliti menuliskan aturan atau pernyataan yang
menjelaskan apa saja kriteria dari suatu kategori.
3. Mencari
hubungan dan tema diantara kategori : tahap ketiga adalah mencari hubungan dan
mencari pola-pola yang sama diantara keseluruhan kategori yang ada.
4. Menyederhanakan
dan mengintegrasikan data kedalam suatu struktur teori yang terpadu : pada
tahap akhir proses analisis data, peneliti membuat suatu ringkasan dan
penelitiannya.
b.
Strategi induksi analitis
Strategi
induksi analitis (analytic induction strategy) merupakan teknik yang
menggabungkan konstruksi hipotesis dengan analisis data.
7. Presentasi hasil
penelitian
Format yang digunakan peneliti untuk menyajikan hasil
penelitian tergantung pada tujuan penelitian. Hasil penelitian yang hendak
dipublikasikan pada jurnal akademik biasanya harus mengikuti suatu format laporan
yang sudah ditentukan oleh masing-masing jurnal.
8. Replika penelitian
Suatu hal penting yang perlu kita pahami bahwa hasil
penelitian hanya merupakan indikasi mengenai apa yang mungkin ada atau terjadi.
Seringkali penelitian melakukan satu kali penelitian dan menyampaikan laporan
hasil penelitian seolah-olah mereka telah menemukan suatu teori baru atau hukum
baru.
Sumber :
4. Metode Penelitian
Suatu
penelitian dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif. Riset kualitatif
merupakan suatu penelitian yang mendalam (in.depth), berorientasi pada kasus
sejumlah kecil kasus, termasuk satu studi kasus. Riset kualitatif berupaya
menemukan data secara terperinci dari kasus tertentu, seringkali dengan tujuan
menemukan bagaimana sesuatu terjadi. Tujuan utama riset kualitatif adalah untuk
membuat suatu fakta dapat dipahami, dan seringkali tidak terlalu menekankan
pada penarikan kesimpulan (generalisasi), atau tidak menekankan pada perkiraan
(prediksi) dari berbagai pola (yang ditemukan).
Metode
kualitatif bersifat fleksibel sehingga memungkinkan peneliti untuk mempelajari
berbagai bidang baru yang menarik. Metode kualitatif memiliki beberapa
kelemahan. Pertama, ukuran sampel seringkali terlalu kecil untuk memungkinkan
peneliti melakukan generalisasi terhadap data diluar sampel yang dipilih untuk
penelitian tertentu.
Pada
masa lalu, penelitian kuantitatif dan kualitatif seringkali dibedakan hanya
dalam dua hal : 1)riset kualitatif menggunakan jumlah responden atau ukuran
sampel yang lebih kecil; 2)karena ukuran sampel yang kecil, hasil riset
kualitatif tidak dapat digeneralisasi terhadap populasi dimana sampel ditarik.
a.
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif
Perbedaan
riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada jumlah sampel. Walaupun
kebanyakan proyek penelitian kualitatif menggunakan sampel dalam jumlah kecil
yang tidak melakukan memungkinkan generalisasi hasil penelitian terhadap
populasi, namun kenyataannya kita dapat meningkatkan ukuran sampel ebanyak yang
kita inginkan sehingga persoalan besar-kecil sampel menjadi tidak relevan lagi.
Perbedaan
riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada pengukuran. Pada masa lalu,
kebanyakn orang beranggapan bahwa penelitian kualitatif tidak melibatkan
pengukuran (measurement) karena kualitatif hanya memaparkan atau menjelaskan
saja.
5. Pengumpulan Data
Pengumpulan
data dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti eksperimen, survey atau
pengamatan lapangan (field research) penelitian kualitatif memiliki sejumlah
metode pengumpulan data seperti focus group discussion (FGD), pengamatan
lapangan, wawancara mendalam, dan studi kasus. Data kualitatif memiliki berbagai
macam bentuk. Seperti : catatan yang kita buat selama melakukan pengamatan lapangan,
transkrip wawancara, dokumen, catatn harian (diary), dan jurnal.
Riset
kuantitatif memiliki beberapa metode pengumpulan data seperti survey yang
mencakup survey melalui telepon, survey surat, dan survey internet. Pada metode
ini pertanyaan sudah bersifat tetap (statis), atau sudah terstandar.
6. Analisis dan
Interpretasi Data
Sebagaimana dikemukakan Miles dan Huberman (1994),
analisis data kualitatif terdiri atas empat tahap, yaitu 1) reduksi data (data
reduction); 2) peragaan data (data display); 3) penarikan kesimpulan
(conclusion drawing); dan 4) verifikasi. Dalam hal ini, sebagai upaya untuk
mengolah data, peneliti pertama-tama perlu mengorganisir atau menyusun data
yang telah diperolehnya secara kronologis menurut urutan kejadian selama
penelitian berlangsung. Data kualitatif dapat dianalisis dengan menggunakan
beberapa teknik analisis, dua terpenting diantaranya akan dibahas disini, yaitu
: 1) teknik komparatif tetap (the constant comparative technique) dan 2) teknik
induksi analitis (the analytical induction technique).
a.
Teknik Komparatif Tetap
Teknik ini
pertama kali dikemukakan Glasser dan Strauss (1967) dan kemudian diperbaiki
oleh Lincoln dan Guba (1985). Teknik komparatif tetap ini terdiri atas empat
tahapan, yaitu :
1. Kategori
kejadian : tahap pertama disebut dengan perbandingan kategori kejadian.
2. Perbaikan
kategori : pada tahap ini, peneliti menuliskan aturan atau pernyataan yang
menjelaskan apa saja kriteria dari suatu kategori.
3. Mencari
hubungan dan tema diantara kategori : tahap ketiga adalah mencari hubungan dan
mencari pola-pola yang sama diantara keseluruhan kategori yang ada.
4. Menyederhanakan
dan mengintegrasikan data kedalam suatu struktur teori yang terpadu : pada
tahap akhir proses analisis data, peneliti membuat suatu ringkasan dan
penelitiannya.
b.
Strategi induksi analitis
Strategi
induksi analitis (analytic induction strategy) merupakan teknik yang
menggabungkan konstruksi hipotesis dengan analisis data.
7. Presentasi hasil
penelitian
Format yang digunakan peneliti untuk menyajikan hasil
penelitian tergantung pada tujuan penelitian. Hasil penelitian yang hendak
dipublikasikan pada jurnal akademik biasanya harus mengikuti suatu format laporan
yang sudah ditentukan oleh masing-masing jurnal.
8. Replika penelitian
Suatu hal penting yang perlu kita pahami bahwa hasil
penelitian hanya merupakan indikasi mengenai apa yang mungkin ada atau terjadi.
Seringkali penelitian melakukan satu kali penelitian dan menyampaikan laporan
hasil penelitian seolah-olah mereka telah menemukan suatu teori baru atau hukum
baru.
Sumber : Morissan, Buku : Metode
Penelitian Survei, Prenada Media Group, hal 22-33
