Senin, 10 Oktober 2016

KUANTITATIF HAL 22-33

4. Metode Penelitian
            Suatu penelitian dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif. Riset kualitatif merupakan suatu penelitian yang mendalam (in.depth), berorientasi pada kasus sejumlah kecil kasus, termasuk satu studi kasus. Riset kualitatif berupaya menemukan data secara terperinci dari kasus tertentu, seringkali dengan tujuan menemukan bagaimana sesuatu terjadi. Tujuan utama riset kualitatif adalah untuk membuat suatu fakta dapat dipahami, dan seringkali tidak terlalu menekankan pada penarikan kesimpulan (generalisasi), atau tidak menekankan pada perkiraan (prediksi) dari berbagai pola (yang ditemukan).
            Metode kualitatif bersifat fleksibel sehingga memungkinkan peneliti untuk mempelajari berbagai bidang baru yang menarik. Metode kualitatif memiliki beberapa kelemahan. Pertama, ukuran sampel seringkali terlalu kecil untuk memungkinkan peneliti melakukan generalisasi terhadap data diluar sampel yang dipilih untuk penelitian tertentu.
            Pada masa lalu, penelitian kuantitatif dan kualitatif seringkali dibedakan hanya dalam dua hal : 1)riset kualitatif menggunakan jumlah responden atau ukuran sampel yang lebih kecil; 2)karena ukuran sampel yang kecil, hasil riset kualitatif tidak dapat digeneralisasi terhadap populasi dimana sampel ditarik.

a.      Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada jumlah sampel. Walaupun kebanyakan proyek penelitian kualitatif menggunakan sampel dalam jumlah kecil yang tidak melakukan memungkinkan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi, namun kenyataannya kita dapat meningkatkan ukuran sampel ebanyak yang kita inginkan sehingga persoalan besar-kecil sampel menjadi tidak relevan lagi.
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada pengukuran. Pada masa lalu, kebanyakn orang beranggapan bahwa penelitian kualitatif tidak melibatkan pengukuran (measurement) karena kualitatif hanya memaparkan atau menjelaskan saja.

5. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti eksperimen, survey atau pengamatan lapangan (field research) penelitian kualitatif memiliki sejumlah metode pengumpulan data seperti focus group discussion (FGD), pengamatan lapangan, wawancara mendalam, dan studi kasus. Data kualitatif memiliki berbagai macam bentuk. Seperti : catatan yang kita buat selama melakukan pengamatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, catatn harian (diary), dan jurnal.
Riset kuantitatif memiliki beberapa metode pengumpulan data seperti survey yang mencakup survey melalui telepon, survey surat, dan survey internet. Pada metode ini pertanyaan sudah bersifat tetap (statis), atau sudah terstandar.

6. Analisis dan Interpretasi Data
            Sebagaimana dikemukakan Miles dan Huberman (1994), analisis data kualitatif terdiri atas empat tahap, yaitu 1) reduksi data (data reduction); 2) peragaan data (data display); 3) penarikan kesimpulan (conclusion drawing); dan 4) verifikasi. Dalam hal ini, sebagai upaya untuk mengolah data, peneliti pertama-tama perlu mengorganisir atau menyusun data yang telah diperolehnya secara kronologis menurut urutan kejadian selama penelitian berlangsung. Data kualitatif dapat dianalisis dengan menggunakan beberapa teknik analisis, dua terpenting diantaranya akan dibahas disini, yaitu : 1) teknik komparatif tetap (the constant comparative technique) dan 2) teknik induksi analitis (the analytical induction technique).

a.      Teknik Komparatif Tetap
Teknik ini pertama kali dikemukakan Glasser dan Strauss (1967) dan kemudian diperbaiki oleh Lincoln dan Guba (1985). Teknik komparatif tetap ini terdiri atas empat tahapan, yaitu :
1.      Kategori kejadian : tahap pertama disebut dengan perbandingan kategori kejadian.
2.      Perbaikan kategori : pada tahap ini, peneliti menuliskan aturan atau pernyataan yang menjelaskan apa saja kriteria dari suatu kategori.
3.      Mencari hubungan dan tema diantara kategori : tahap ketiga adalah mencari hubungan dan mencari pola-pola yang sama diantara keseluruhan kategori yang ada.
4.      Menyederhanakan dan mengintegrasikan data kedalam suatu struktur teori yang terpadu : pada tahap akhir proses analisis data, peneliti membuat suatu ringkasan dan penelitiannya.

b.      Strategi induksi analitis
Strategi induksi analitis (analytic induction strategy) merupakan teknik yang menggabungkan konstruksi hipotesis dengan analisis data.


7. Presentasi hasil penelitian
            Format yang digunakan peneliti untuk menyajikan hasil penelitian tergantung pada tujuan penelitian. Hasil penelitian yang hendak dipublikasikan pada jurnal akademik biasanya harus mengikuti suatu format laporan yang sudah ditentukan oleh masing-masing jurnal.
8. Replika penelitian
            Suatu hal penting yang perlu kita pahami bahwa hasil penelitian hanya merupakan indikasi mengenai apa yang mungkin ada atau terjadi. Seringkali penelitian melakukan satu kali penelitian dan menyampaikan laporan hasil penelitian seolah-olah mereka telah menemukan suatu teori baru atau hukum baru.

Sumber :
4. Metode Penelitian
            Suatu penelitian dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif. Riset kualitatif merupakan suatu penelitian yang mendalam (in.depth), berorientasi pada kasus sejumlah kecil kasus, termasuk satu studi kasus. Riset kualitatif berupaya menemukan data secara terperinci dari kasus tertentu, seringkali dengan tujuan menemukan bagaimana sesuatu terjadi. Tujuan utama riset kualitatif adalah untuk membuat suatu fakta dapat dipahami, dan seringkali tidak terlalu menekankan pada penarikan kesimpulan (generalisasi), atau tidak menekankan pada perkiraan (prediksi) dari berbagai pola (yang ditemukan).
            Metode kualitatif bersifat fleksibel sehingga memungkinkan peneliti untuk mempelajari berbagai bidang baru yang menarik. Metode kualitatif memiliki beberapa kelemahan. Pertama, ukuran sampel seringkali terlalu kecil untuk memungkinkan peneliti melakukan generalisasi terhadap data diluar sampel yang dipilih untuk penelitian tertentu.
            Pada masa lalu, penelitian kuantitatif dan kualitatif seringkali dibedakan hanya dalam dua hal : 1)riset kualitatif menggunakan jumlah responden atau ukuran sampel yang lebih kecil; 2)karena ukuran sampel yang kecil, hasil riset kualitatif tidak dapat digeneralisasi terhadap populasi dimana sampel ditarik.

a.      Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada jumlah sampel. Walaupun kebanyakan proyek penelitian kualitatif menggunakan sampel dalam jumlah kecil yang tidak melakukan memungkinkan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi, namun kenyataannya kita dapat meningkatkan ukuran sampel ebanyak yang kita inginkan sehingga persoalan besar-kecil sampel menjadi tidak relevan lagi.
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada pengukuran. Pada masa lalu, kebanyakn orang beranggapan bahwa penelitian kualitatif tidak melibatkan pengukuran (measurement) karena kualitatif hanya memaparkan atau menjelaskan saja.

5. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti eksperimen, survey atau pengamatan lapangan (field research) penelitian kualitatif memiliki sejumlah metode pengumpulan data seperti focus group discussion (FGD), pengamatan lapangan, wawancara mendalam, dan studi kasus. Data kualitatif memiliki berbagai macam bentuk. Seperti : catatan yang kita buat selama melakukan pengamatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, catatn harian (diary), dan jurnal.
Riset kuantitatif memiliki beberapa metode pengumpulan data seperti survey yang mencakup survey melalui telepon, survey surat, dan survey internet. Pada metode ini pertanyaan sudah bersifat tetap (statis), atau sudah terstandar.

6. Analisis dan Interpretasi Data
            Sebagaimana dikemukakan Miles dan Huberman (1994), analisis data kualitatif terdiri atas empat tahap, yaitu 1) reduksi data (data reduction); 2) peragaan data (data display); 3) penarikan kesimpulan (conclusion drawing); dan 4) verifikasi. Dalam hal ini, sebagai upaya untuk mengolah data, peneliti pertama-tama perlu mengorganisir atau menyusun data yang telah diperolehnya secara kronologis menurut urutan kejadian selama penelitian berlangsung. Data kualitatif dapat dianalisis dengan menggunakan beberapa teknik analisis, dua terpenting diantaranya akan dibahas disini, yaitu : 1) teknik komparatif tetap (the constant comparative technique) dan 2) teknik induksi analitis (the analytical induction technique).

a.      Teknik Komparatif Tetap
Teknik ini pertama kali dikemukakan Glasser dan Strauss (1967) dan kemudian diperbaiki oleh Lincoln dan Guba (1985). Teknik komparatif tetap ini terdiri atas empat tahapan, yaitu :
1.      Kategori kejadian : tahap pertama disebut dengan perbandingan kategori kejadian.
2.      Perbaikan kategori : pada tahap ini, peneliti menuliskan aturan atau pernyataan yang menjelaskan apa saja kriteria dari suatu kategori.
3.      Mencari hubungan dan tema diantara kategori : tahap ketiga adalah mencari hubungan dan mencari pola-pola yang sama diantara keseluruhan kategori yang ada.
4.      Menyederhanakan dan mengintegrasikan data kedalam suatu struktur teori yang terpadu : pada tahap akhir proses analisis data, peneliti membuat suatu ringkasan dan penelitiannya.

b.      Strategi induksi analitis
Strategi induksi analitis (analytic induction strategy) merupakan teknik yang menggabungkan konstruksi hipotesis dengan analisis data.


7. Presentasi hasil penelitian
            Format yang digunakan peneliti untuk menyajikan hasil penelitian tergantung pada tujuan penelitian. Hasil penelitian yang hendak dipublikasikan pada jurnal akademik biasanya harus mengikuti suatu format laporan yang sudah ditentukan oleh masing-masing jurnal.
8. Replika penelitian
            Suatu hal penting yang perlu kita pahami bahwa hasil penelitian hanya merupakan indikasi mengenai apa yang mungkin ada atau terjadi. Seringkali penelitian melakukan satu kali penelitian dan menyampaikan laporan hasil penelitian seolah-olah mereka telah menemukan suatu teori baru atau hukum baru.

Sumber : Morissan, Buku : Metode Penelitian Survei, Prenada Media Group, hal 22-33

teknik kualitatif

Teknik kualitatif 
  • teknik kualitatif adalah sebuah wawancara intensif percakapan antara seseorang peneliti dan nara sumber pemberi informasi (berger,Media and communication research methods)
    1. wawancara digunakan untuk mengembangkan gambaran yang menyeluruh tentang latar belakang sikap dan tindakan responden
    2. dapat memperoleh wawasan anda yang tidak terbayangkan sebelom wawancara
    3. wawancara mendalam memungkinkan untuk pengembangan tingkat tebesar dari hubungan paling baik antara pewawancara dan responden
  • fokus group adalah strategi penelitian untuk memahami sikap dan perilaku orang masyarakat dari 6 smpai 12 orang yang diwawancarai secara bersamaan dengan moderator yang memimpin responden dalam diskusi yang relatif tidak terstruktur tentang topik yang di teliti
  • studi kasus adalah penyelidikan empiris bahwa sumber bukti untuk menyelidiki fenomena fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan nyata. 
  • setidaknya ada 4 sumber data dapat digunakan dalam kasus studi
  1. dokumen
  2. wawancara
  3. observasi
  4. fisik artefak 
  • Etnografi adalah proses dimana para peneliti menghabiskan waktu yang lama tinggal atau menetap dengan dan mengamati budaya lain dalam situasi yang alami, keterlibatan ini dalam budaya lain membuat peneliti memahami cara lain untuk hidup seperti yang terlihat dari prespektif lain atau penduduk setempat
matkul  : kualitatif (selasa jam 10.15) ruangan B-307

Senin, 12 September 2016

teknik kuantitaif

  • Teknik kuantitatif , survei adalah projek penelitian kuantitatif yang mana, sejumlah orang-orang dalam jumlah relatif besar, setiap orang diwawancarai,dengan seperangkatpertanyaan yang standar atau ditanyakan dengan cara yang sama setiap waktu
Ada 2 tipe utama dari survei :
  1. survei deskriptip
  2. survei analis
  • Berusaha untuk menjelaskan/ mendokumentasikan, kondisi sekarang, sikap sekarang
  • Suvei analis mencoba menjelaskan, menguraikan mengapa situasi itu berada 2 atau lebih variabel untuk menyelidiki pertanyaan penelitian atau menguji penelitian hipotesis
  • exderimental suatu metode yang melibatkan 2 hal yaitu menipulasi atau merekayasa dan observasi peneliti merekayasa variabel di independen dan kemudian mengobservasi respon dari subjek independen
  • Analisis isi adalah suatu metode yang mempelajari dan menganakisa komunikasi dalam suatu cara yang sistematis, objektif dan kuantitatif dalam mengukur variabel
  • Longitudinal melibatkan pengumpilan data pada waktu-waktu yyang berbeda 
matkul : kualitatif

kualitatif

  • Penelitian kualitatif adalah upaya untuk menemukan sesuatu (wimmer & dominick, 2011; 2)
  • Metode penelitian adalah strategi tertentu yang digunakan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk membangun dan penguji teori (frey,boton, friedman, & kreps, 1991)
  •  Metode penelitian dibagi secara luas menjadi metode kuantitatif dan kualitatif. yang anda pilih akan bergantung pada pertanyaan anda pada penelitian, filsafat yang mendasari penelitian anda,da \n prefensi danketrampilan anda.
  • Penelitian kuantitaif adalah penelitianyang menggunakan teknik-teknik tertentu yang mengakibatkan narasi, akan deskriptif, pengaturan atau praktek .(adaptasi dari parkinson, G.,& drislane,. 2011)
  • Dalam buku pegangna penelitian kualitatif, denzin dan lincoln (2005; 3) menjelaskan penelitian kualitafi sebagai pendeketannaturalistik dan interpretatif kepada dunia, ini berarti peneliti kualitatif mempelajari hal-hal dalam mengatur alam mereka, mencoba untuk memahami atau menafsirkan fenomena dalam hal makna orang membawa kepada mereka.
  • Penelitian kuantitatif adalah formal, objektif progres yang sistematis dimana data numerik yang di gunakan untuk mendapatkan informasi tentang dunia (burns N, & grove sk (2005) the paractice of nursing research : conduct, critique,& untilization 5th ed.).st.louis, elsevier saunders)
  • Penelitian kuantitatif terdiri dari 4 teknik:
             1, Survei
             2, Penelitian eksperimentasi
             3, Isi
             4, Penelitian longitudinal
  • Penelitian kualitatif terdiri dari 5 aspek 
             1, Pawancara intensif
             2, Pengamatan lapangan
             3, Fokus group
             4, Studie kasus
             5, Ethnography

kuantitatif pendahuluan 2 -21

METODE PENELITIAN KUANTITATIF


I.        PENDAHULUAN
Apakah penelitian itu? Menurut Wimmer dan Dominick (2011), penelitian adalah upaya untuk menemukan sesuatu (an attempt to discover something). Hal ini berarti kita semua adalah peneliti, dan kita walaupun sering kali tidak menyadari, melakukan penelitian setiap harinya. Riset atau penelitian dapat bersifat formal atau informal. Riset formal berarti peneliti harus mengikuti secara secara tepat prosedur penelitian yang sudah dilakukan. Sedangkan riset informal berarti peneliti tidak perlu mengikuti prosedur yang sudah ditentukan.
                                                     
A.      Metode Ilmiah
Semua peneliti baik formal maupun informal, selalu diawali dengan suatu pertanyaan dasar atau proposisi mengenai suatu fenomena tertentu. Misalnya : rubric surat kabar apa yang paling sering dibaca? Tujuan dari setiap penelitian adalah “untuk mengetahui” jawaban yang muncul dipikiran, dan jawaban atau temuan yang diperoleh disebut dengan pengetahuan. Manusia menggunakan 4 cara untuk dapat mengetahui (methods of knowing):
1.      Keteguhan            
2.      Intuisi                   
3.      Otoritas                
4.      Ilmiah      
  • Karakteristik Metode Ilmiah : Metode ilmiah memiliki lima karakteristik dasar yang membedakannya dengan metode lainnya, untuk mengetahui kelima karakteristik metode tersebut yaitu: 
  • 1. Terbuka 
  • 2. Obejktif 
  • 3. Empiris 
  • 4. Sistematis 
  • 5. Prediktif         
B.      Langkah-langkah Penelitian
Tujuan dari suatu metode penelitian ilmiah adalah untuk menghasilkan data yang objektif, sehingga bisa dapat dilakukan evaluasi terhadap data yang diperoleh. Adapun kedelapan penelitian yang di maksud adalah sebagai berikut:
1.      Pemilihan topic penelitian                        5. Pengumpulan data
2.      Tinjauan teori                                           6. Analisis dan interpretasi hasil
3.      Hipotesis dan pertanyaan penelitian        7. Presentasi hasil penelitian
4.      Menentukan metode penelitian                8. Replica Penelitian
1.a    Pemilihan topic penelitian
     Untuk mengetahui penelitian tersebut memang berharga dan bernilai untuk diteliti. 
Caranya  dengan menjawab tujuh pertanyaan dasar tersebut :
1.      Apakah penelitian topic terlalu luas?
2.      Apakah topic dapat diteliti?
3.      Apakah data dapat dianalisis?
4.      Apakah masalahnya penting?
5.      Apakah hasilnya dapat digeneralisasi?
6.      Apakah biaya penelitian dapat terjangkau?
7.      Apakah penelitian mengandung bahaya?
1.b    Tinjauan Pustaka
Setiap penelitian berawal dari tiga faktor : ketertarikan (interest), ide atau gagasan, dan teori yang melandasinya. Dalam mencari gagasan atau topik apa yang hendak diteliti, ketiga faktor tersebut sangat berperan penting. Diawali dengan adanya ketertarikan, munculnya ide atau gagasan, dan dilanjutkan dengan mencari teori yang relevan. Namun ketiga faktor tersebut tidak mesti bersifat linear. Suatu tinjauan pustaka bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut ini. Menjawab berbagai pertanyaan ini akan membantu peneliti merumuskan:
·         Jenis penelitian apa yang telah dilakukan sebelumnya terkait dengan topic penelitian    yang hendak dilaksanakan?
·         Apa yang belum diteliti?
1.c    Merumuskan pertanyaan dan hipotesis penelitian
Setelah mendapatkan topic penelitian, dan melakukan pendalaman terhadap literatur terkait, selanjutnya peneliti harus merumuskan masalah penelitian kedalam hipotesis atau pertanyaan penelitian. Ada 2 alasan mangapa peneliti mengajukan pertanyaan atau hipotesis penelitian. Pertama, pertanyaan atau hipotesis penelitian berfungsi membatasi apa yang hendak diketahui. Kedua, pertanyaan atau hipotesis penelitian berfungsi mengarahkan peneliti pada metode penelitian yang hendak digunakan.
a.      Pertanyaan Penelitian
Peneliti dalam menyusun suatu rumusan masalah atau pertanyaan harus memerhatikan beberapa keuntungan agar dapat rumusan masalah atau pertanyaan penelitian yang baik.
b.      Hipotesis Penelitian
Pada kebanyakan penelitian, peneliti mengembangkan penelitiannya berdasarkan teori yang sudah ada.
c.       Tujuan hipotesis
Adanya hipotesis dalam suatu penelitian memberikan beberapa keuntungan bagi peneliti.
d.      Syarat hipotesis
Tidak semua hipotesis merupakan hipotesis yang baik dan bermanfaat. Suatu hipotesis yang bermanfaat harus memiliki sekurang-kurangnya empat karakteristik yaitu hipotesis harus sejalan dengan topik ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini, harus konsisten dengan logika, harus dinyatakan secara ringkas, harus dapat diuji.
e.      Hipotesis nol
Hipotesis nol (disebut juga “hipotesis tanpa perbedaan”) menyatakan bahwa perbedaan statistic atau hubungan yang ditemukan dalam analisis disebabkan adanya peluang atau kesalahan acak (random error). Hipotesis nol (H0) adalah alternatif logis dari hipotesis penelitian (H1).


Sumber : Buku "METODE PENELITIAN SURVEI", Bab 1 Pendahuluan hal 2-21,       Morissan.

Selasa, 23 Desember 2014

Bahaya Seks Bebas pada Remaja

bahaya seks bebas pada remaja
Salah satu masalah sosial yang sudah mengglobal saat ini adalah masalah seks bebas yang banyak terjadi pada kalangan remaja. Banyak dari mereka yang masuk ke lembah hitam tanpa mereka sadari. Adanya dorongan seksual yang mempunyai arti kecenderungan biologis untuk mencari tanggapan seksual dan tanggapan yang berbau seksual dari orang lain, biasanya dari lawan jenis muncul pada awal remaja dan tetap bertahan kuat sepanjang hidup. Ada perbedaan pendapat tentang apakah dorongan seks dibawa dari lahir atau dipelajari. Menurut beberapa sarjana yang mempertanyakan apakah ada suatu dorongan seks bawaan, menegaskan bahwa impuls kita untuk mencari pasangan seks dan menggunakan organ seks merupakan hasil dari belajar sosial. Akan tetapi, karena bersifat universal dan terdapat pada semua manusia, kebanyakan ahli mengganggap bahwa dorongan seks manusia adalah warisan biologis. (Paul Horton, 1987:147). Namun demikian, banyak dari mereka menyalahgunakan adanya dorongan seksual sehingga terjadi masalah masalah, diantaranya seks bebas. Lantas, apa sebenarnya seks bebas itu, apa saja faktor - faktor yang meyebabkannya, dan bagaimana dampak serta cara penanggulangannya. Itulah yang akan penyusun ulas dalam makalah ini. 

A. PENGERTIAN SEKS BEBAS
Seks adalah kata yang sangat tidak asing di telinga kita, tetapi anehnya seringkali kita merasa tabu dan agak malu-malu jika menyinggungnya. Nah, kemudian agar kita dapat membicarakan dan mendiskusikannya dengan bebas terbuka, maka para ahli bahasa dan ilmuwan pun membuat seks ini menjadi ilmiah dengan menambahkan akhiran “-tas” dan “-logi” menjadi “seksualitas” dan “seksologi”, sehingga jadilah seksualitas adalah untuk dibahas dan didiskusikan, seksologi adalah untuk ditulis secara ilmiah, dan seks adalah untuk dialami dan ‘dinikmati’.

Di dalam kamus, seks sebenarnya mempunyai dua arti, yaitu seks yang berarti jenis kelamin atau gender, dan seks yang berarti senggama atau melakukan aktivitas seksual, yaitu hubungan penyatuan antara dua individu dalam konteks gender di atas. 

Hampir masyarakat berpendapat bahwa perlu adanya pengaturan penyelenggaraan hubungan seks. Sebab, dorongan seks itu begitu besar pengaruhnya terhadap manusia seperti nyala api yang berkobar. Api itu bisa bermanfaat bagi manusia, akan tetapi dapat menghancurkan peradaban manusiawi. Demikian pula dengan seks, bisa membangun kepribadian seseorang, akan tetapi juga bisa menghancurkan sifat-sifat kemanusiaan. (Kartini Kartono,1981:22) 

Variasi dari pengaturan dari penyelenggaraan seks bisa kita lihat pada tradisi-tradisi seksual pada bangsa-bangsa primitif di bagian-bagian dunia. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan serta komunikasi terjadilah banyak perubahan sosial yang serba cepat pada hampir semua kebudayaan manusia. Perubahan sosial tersebut mempengaruhi kebiasaan hidup manusia, sekaligus juga mempengaruhi pola-pola seks yang konvensional. Maka pelaksanaan seks itu banyak dipengaruhi oleh penyebab dari perubahan sosial, antara lain oleh : urbanisasi, mekanisasi, alat kontrasepsi lamanya pendidikan, demokratisasi fungsi wanita dalam masyarakat, dan modernisasi. Sebagai efek samping yang ditimbulkan ada kalanya terjadi proses keluar dari jalur dari pola-pola seks, yaitu keluar dari jalur-jalur konvensional kebudayaan. Pola seks dibuat menjadi hyper modern dan radikal, sehingga bertentangan dengan system regulasi seks yang konvensional, menjadi seks bebas. Sedangkan pengertian dari seks bebas itu sendiri adalah hubungan seksual yang dilakukan pra nikah (tanpa menikah), Sering berganti pasangan.

B. FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA SEKS BEBAS
Faktor penyebab seks bebas yang dialami remaja dapat dikategorikan menjadi 2 faktor, yaitu faktor internal dan eksternal:
1. Faktor Internal
Faktor internal atau lebih lazimnya dari dalam diri seseorang remaja itu. Keinginan untuk dimengerti lebih dari orang lain bisa menjadi penyebab remaja melakukan tindakan penyimpangan, sikap yang terlalu merendahkan diri sendiri atau selalu meninggikan diri sendiri, jikalau terlalu merendahkan diri sendiri orang remaja lebih mencari jalan pintas untuk menyelesaikan sesuatu dia beranggapan jika saya tidak begini saya bisa dianggap orang lain tidak gaul, tidak mengikuti perkembangan zaman. 

2. Faktor Eksternal
Faktor Eksternal / faktor dari luar pribadi seseorang remaja. Faktor paling terbesar memberi terjadinya prilaku menyimpang seseorang remaja yaitu lingkungan dan sahabat. Seseorang sahabat yang sering berkumpul bersama dalam satu geng, otomatis dia akan tertular oleh sikap dan sifat kawannya tersebut. Kasih sayang dan perhatian orang tua tidak sepenuhnya tercurahkan, membuat seorang anak tidak betah berada di dalam rumah tersebut, mereka lebih senang untuk berada di luar bersama kawan-kawannya. Apalagi keluarga yang kurang harmonis dan kurangnya komunikasi dengan orang tua dapat menyebabkan seorang anak melakukan penyimpangan sosial serta seks bebas yang melanggar nilai-nilai dan norma sosial. Apabila ayah dan ibu mereka yang memiliki kesibukan di luar rumah akan membuat anak-anak remaja semakin menjadi-jadi, sehingga mereka merasa tidak diperdulikan lagi.

Selain faktor internal dan eksternal di atas, ada juga faktor lain yang secara umum dapat menyebabkan terjadinya seks bebas. Jelas tidak ada faktor tunggal tetapi jelas bahwa penyebabnya bukan kondom.

Faktor pertama: pergaulan
Kita tahu pergaulan punya pengaruh besar terhadap perilaku kita. Maka jika seseorang mempunyai lingkungan pergaulan dari kalangan teman-teman yang suka melakukan seks bebas, maka dia juga bisa terpengaruh dan akhirnya ikut melakukan seks bebas.

Faktor kedua: pengaruh materi pornografi (film, video, internet dsb)
Jika seseorang berulang kali mengakses materi pornografi, maka ini bisa mendorong terjadinya perilaku seks bebas.

Faktor ketiga: pengaruh obat/narkoba dan alkohol
Seseorang yang bebas dari pengaruh narkoba dan alkohol bisa berfikir jernih dan ini mencegah dia melakukan perilaku berisiko. Dalam keadaan dipengaruhi oleh narkoba dan alkohol, maka pemikiran jernih bisa menurun dan ini bisa mendorong terjadinya perilaku seks bebas.

Faktor keempat: kualitas hubungan suami-isteri (buat yang sudah menikah).
Jika ada masalah dalam hubungan suami-isteri, maka ini bisa mendorong yang bersangkutan melakukan hubungan seks bebas.

Jadi kombinasi dari sejumlah faktor diataslah yang merupakan penyebab seks bebas dan bukan kondom. Jadi untuk mereka yang khawatir bahwa kondom akan mendorong seks bebas, marilah merenungkan kembali hal ini dengan jernih dan bijaksana. Adalah sangat kecil kemungkinannya bahwa hanya gara-gara tahu tentang kondom atau menerima pembagian kondom gratis maka seseorang mendadak lalu jadi berani jajan seks atau melakukan hubungan seks berisiko.

C. DAMPAK SEKS BEBAS 
Ada dua dampak yang ditimbulkan dari perilaku seks di kalangan remaja yaitu kehamilan dan penyakit menular seksual. Seperti kita ketahui bahwa banyak dampak buruk dari seks bebas dan cenderung bersifat negatif seperti halnya, kumpul kebo, seks bebas dapat berakibat fatal bagi kesehatan kita. Tidak kurang dari belasan ribu remaja yang sudah terjerumus dalam seks bebas. Para remaja seks bebas cenderung akibat kurang ekonomi. 

Seks bebas dapat terjadi karena pengaruh dari lingkungan luar dan salah pilihnya seseorang terhadap lingkungan tempatnya bergaul. Saat-saat ini di kota besar sering terjadi razia di tempat-tempat hiburan malam seperti diskotik dan tempat berkumpul para remaja lainnya dan yang paling sering tertangkap adalah anak-anak remaja. Seks bebas sangat berdampak buruk bagi para remaja, dampak dari seks bebas adalah hamil di luar nikah, aborsi, dapat mencorengkan nama baik orang tua, diri sendiri, guru serta nama baik sekolah. Padahal seks bebas bukanlah segalanya, dimana mereka hanya mendapat kenikmatan semata, sedang mereka tidak memikirkan akibat yang harus mereka tanggung seumur hidup. Hal ini jelas sangat berbahaya bagi remaja yang terjerumus di dalam seks bebas. Bayangkan saja jika seluruh remaja ada di Indonesia terjerumus dalam seks bebas, apa jadinya nasib bangsa kita ini jika remaja yang ada tidak memiliki kemampuan berfikir dan fisik yang baik, tentunya pembangunan tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya. 

Berikut beberapa bahaya utama akibat seks pranikah dan seks bebas:
a) Menciptakan kenangan buruk. Apabila seseorang terbukti telah melakukan seks pranikah atau seks bebas maka secara moral pelaku dihantui rasa bersalah yang berlarut-larut. Keluarga besar pelaku pun turut menanggung malu sehingga menjadi beban mental yang berat. 

b) Mengakibatkan kehamilan. Hubungan seks satu kali saja bisa mengakibatkan kehamilan bila dilakukan pada masa subur. kehamilan yang terjadi akibat seks bebas menjadi beban mental yang luar biasa. Kehamilan yang dianggap “Kecelakaan” ini mengakibatkan kesusahan dan malapetaka bagi pelaku bahkan keturunannya. 

c) Menggugurkan Kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. Aborsi merupakan tindakan medis yang ilegal dan melanggar hukum. Aborsi mengakibatkan kemandulan bahkan Kanker Rahim. Menggugurkan kandungan dengan cara aborsi tidak aman, karena dapat mengakibatkan kematian. 

d) Penyebaran Penyakit. Penyakit kelamin akan menular melalui pasangan dan bahkan keturunannya. Penyebarannya melalui seks bebas dengan bergonta-ganti pasangan. Hubungan seks satu kali saja dapat menularkan penyakit bila dilakukan dengan orang yang tertular salah satu penyakit kelamin. Salah satu virus yang bisa ditularkan melalui hubungan seks adalah virus HIV. 

e) Timbul rasa ketagihan. 

f) kehamilan terjadi jika terjadi pertemuan sel telur pihak wanita dan spermatozoa pihak pria. Dan hal itu biasanya didahului oleh hubungan seks. Kehamilan pada remaja sering disebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap proses kehamilan.

Bahaya kehamilan pada remaja:
1. Hancurnya masa depan remaja tersebut.
2. Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap.
3. Pasangan pengantin remaja, sebagian besar diakhiri oleh perceraian (umumnya karena terpaksa kawin karena nafsu, bukan karena cinta).
4. Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya.
5. Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungan pada tenaga non medis (dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis.
6. Pengguguran kandungan oleh tenaga medis dilarang oleh undang-undang, kecuali indikasi medis (misalnya si ibu sakit jantung berat, sehingga kalau ia meneruskan kehamilan dapat timbul kematian). Baik yang meminta, pelakunya maupun yang mengantar dapat dihukum.
7. Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja, sering mengalami gangguan kejiwaan saat ia dewasa.

D. CARA PENANGGULANGAN SEKS BEBAS
Seperti yang telah kita bahas di atas bahwa sesungguhnya memang kurang kesadaran baik dari remaja itu sendiri maupun orang tua. Hendaklah orang tua memperhatikan anak-anaknya tetapi orang tua jangan terlalu mamanjakan anak mereka, karena bisa mengakibatkan dampak buruk baginya karena dia sudah terbiasa dengan hal-hal yang enak-enak. Tetapi orang tua juga harus memperhatikan anak-anaknya dengan mengarahkan ke hal-hal yang positif dengan cara mendukung bakat yang dimiliki oleh anak tersebut, agar dapat berguna dan berkembang. Tetapi seorang anak juga jangan terlalu egois dalam memaksakan kehendak. 

Bagi para lembaga sosial harus bisa merangkul para remaja untuk masuk dalam suatu organisasi dengan mengikuti berbagai kegiatan, dengan begitu seorang remaja akan terarah pikirannya dengan baik. Mendukung segala bakat-bakat anak remaja agar mereka tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Tidak terlalu memaksakan seorang dalam berbagai tindakan karena akan membuat tempramen seorang anak suka emosional. Didiklah anak-anak dengan cara yang lambat agar mereka tidak selalu membangkan segala suruhan atau perintah para orang tua.

1) Pencegahan Menurut Agama
a. Memisahkan tempat tidur anak.
b. Meminta izin ketika memasuki kamar tidur orang tua.
c. Mengajarkan adab memandang lawan jenis. 
d. Larangan menyebarkan rahasia suami-istri. 

2) Pencegahan Seks Bebas dalam Keluarga
Faktor keluarga sangat menentukan dalam masalah pendidikan seks sehingga prilaku seks bebas dapat dihindari. Waktu pemberian materi pendidikan seks dimulai pada saat anak sadar mulai seks. Bahkan bila seorang bayi mulai dapat diberikan pendidikan seks, agar ia mulai dapat memberikan mana cirri-laki-laki dan mana ciri perempuan. Bisa juga diberikan saat anak mulai bertanya-tanya pada orang tuanya tentang bagaimana bayi lahir. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan pendidikan seks pada usia dini.
a. Keluarga harus mengerti tentang permasalahan seks, sebelum menjelaskan kepada anak-anak mereka.
b. Seorang ayah mengarahkan anak laki-laki, dan seorang ibu mengarahkan anak perempuan dalam menjelaskan masalah seks.
c. Jangan menjelaskan masalah seks kepada anak laki-laki dan perempuan di ruang yang sama.
d. Hindari hal-hal yang berbau porno saat menjelaskan masalah seks, gunakan kata-kata yang sopan.
e. Meyakinkan kepada anak-anak bahnwa teman-teman mereka adalah teman yang baik.
f. Memberikan perhatian kemampuan anak di bidang olahraga dan menyibukkan mereka dengan berbagai aktivitas.
g. Tanamkan etika memelihara diri dari perbuatan-perbuatan maksiat karena itu merupakan sesuata yang paling berharga.
h. Membangun sikap saling percaya antara orang tua dan anak. 

Digunakan upaya pencegahan atau penangkalan perilaku menyimpang dan upaya kuratif yaitu pengobatan dan penyembuhan. Agar perilaku seks bebas pada remaja dapat ditekan seminim mungkin, perlu dilakukan pencegahan yang baik dari lingkup keluarga, pemerintah dan masyarakat. Adanya komunikasi yang efektif di dalam keluarga antara orang tua dan anak mengenai pemahaman nilai-nilai moral dan etika sekaligus memberikan pengertian mangenai pendidikan seks kepada anak-anaknya sesuai dengan tingkat umurnya.
Bahaya merokok bagi kesehatan tubuh sudah tidak diragukan lagi. Para dokter se-dunia pun rasanya juga telah sepakat bahwa merokok tidak baik bagi kesehatan. Banyak penyakit yang bisa ditimbulkan dari aktivitas merokok ini. Para perokok bukannya tidak sadar akan bahaya yang mengancam kesehatannya, namun seiring kuatnya ketergantungan akan rokok, membuat mereka sulit untuk berhenti merokok.
Sesuai bahasan kali ini, akan dipaparkan macam-macam bahaya merokok bagi kesehatan tubuh, sehingga anda benar-benar tahu bahwa peringatan pemerintah tentang bahaya merokok yang ada di setiap bungkus rokok adalah tidak main-main.

4 Bahaya Merokok Bagi Kesehatan

Dikutip dari majalahkesehatan.com, berikut adalah beberapa bahaya merokok yang harus anda ketahui :
1. Kanker
  • Kanker adalah penyakit ganas yang sampai saat ini belum ada obat yang pasti yang dapat memeranginya. Salah satu penyebab kanker adalah merokok. Merokok dapat menyebabkan kanker paru, dan sudah sekitar 90% kematian pada pria yang disebabkan kanker paru ini, sedangkan pada wanita sekitar 80%. Resiko kematian akibat kanker paru adalah 23 kali lebih tinggi untuk pria perokok, sedangkan untuk wanita perokok adalah 13 kali jika dibandingkan dengan orang yang bukan perokok. Namun hal ini juga berlaku bagi perokok pasif, karena walaupun mereka bukan perokok tetapi tinggal bersama dengan seorang perokok, mereka juga akan memiliki resiko sebanyak 24% mengidap kanker paru.
  • Menurut riset, merokok juga dapat menyebabkan kanker rongga mulut, pita suara, perut, ginjal, faring, esopagus, pankreas, serviks, hingga kanker kantung kencing.
2. Jantung
  • Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dan sebagai informasi untuk anda, perokok aktif mempunyai peluang 2 hingga 4 kali lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.
  • Merokok memberikan kesempatan 2 kali lebih besar pada perokok untuk terkena stroke
  • Merokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri sehingga mengurangi sirkulasi darah. Akibatnya, perokok akan memiliki peluang 10 kali lebih tinggi terkena penyakit pembuluh darah serta juga impotensi/ereksi.
  • Merokok dapat menyebabkan pelebaran lokal pembuluh darah aorta pada bagian perut atau juga biasa disebut anurisma aorta abdomen. Penyakit ini mempunyai resiko kematian yang tinggi bagi perokok terutama ketika pembuluh darah tersebut pecah.
3. Gangguan janin
Untuk hal ini rasanya pemerintah juga sudah mengingatkan di setiap bungkus rokok. Hal ini karena bahaya merokok sangat tinggi bagi wanita terutama ibu hamil. Bahayanya adalah kemandulan, kematian janin, keguguran, berat bayi rendah saat lahir, hingga sindrom bayi yang mati mendadak.
4. Gangguan PernapasanMerokok sangat erat sekali kaitannya dengan gangguan pernapasan. Kegiatan ini memiliki resiko pada pelakunya untuk terkena penyakit paru kronis hingga 10 kali lebih besar. Menurut data statistik, 90% kematian akibat penyakit ini disebabkan oleh merokok.
Itulah beberapa ulasan mengenai bahaya merokok. Semoga artikel ini dapat memberikan peringatan bagi anda terutama perokok berat agar segera meninggalkan ‘kegiatan rutin’ ini demi menjaga kesehatan tubuh anda sendiri. Baca juga artikel tentang 7 Cara Berhenti Merokok.