Senin, 10 Oktober 2016

KUANTITATIF HAL 22-33

4. Metode Penelitian
            Suatu penelitian dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif. Riset kualitatif merupakan suatu penelitian yang mendalam (in.depth), berorientasi pada kasus sejumlah kecil kasus, termasuk satu studi kasus. Riset kualitatif berupaya menemukan data secara terperinci dari kasus tertentu, seringkali dengan tujuan menemukan bagaimana sesuatu terjadi. Tujuan utama riset kualitatif adalah untuk membuat suatu fakta dapat dipahami, dan seringkali tidak terlalu menekankan pada penarikan kesimpulan (generalisasi), atau tidak menekankan pada perkiraan (prediksi) dari berbagai pola (yang ditemukan).
            Metode kualitatif bersifat fleksibel sehingga memungkinkan peneliti untuk mempelajari berbagai bidang baru yang menarik. Metode kualitatif memiliki beberapa kelemahan. Pertama, ukuran sampel seringkali terlalu kecil untuk memungkinkan peneliti melakukan generalisasi terhadap data diluar sampel yang dipilih untuk penelitian tertentu.
            Pada masa lalu, penelitian kuantitatif dan kualitatif seringkali dibedakan hanya dalam dua hal : 1)riset kualitatif menggunakan jumlah responden atau ukuran sampel yang lebih kecil; 2)karena ukuran sampel yang kecil, hasil riset kualitatif tidak dapat digeneralisasi terhadap populasi dimana sampel ditarik.

a.      Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada jumlah sampel. Walaupun kebanyakan proyek penelitian kualitatif menggunakan sampel dalam jumlah kecil yang tidak melakukan memungkinkan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi, namun kenyataannya kita dapat meningkatkan ukuran sampel ebanyak yang kita inginkan sehingga persoalan besar-kecil sampel menjadi tidak relevan lagi.
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada pengukuran. Pada masa lalu, kebanyakn orang beranggapan bahwa penelitian kualitatif tidak melibatkan pengukuran (measurement) karena kualitatif hanya memaparkan atau menjelaskan saja.

5. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti eksperimen, survey atau pengamatan lapangan (field research) penelitian kualitatif memiliki sejumlah metode pengumpulan data seperti focus group discussion (FGD), pengamatan lapangan, wawancara mendalam, dan studi kasus. Data kualitatif memiliki berbagai macam bentuk. Seperti : catatan yang kita buat selama melakukan pengamatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, catatn harian (diary), dan jurnal.
Riset kuantitatif memiliki beberapa metode pengumpulan data seperti survey yang mencakup survey melalui telepon, survey surat, dan survey internet. Pada metode ini pertanyaan sudah bersifat tetap (statis), atau sudah terstandar.

6. Analisis dan Interpretasi Data
            Sebagaimana dikemukakan Miles dan Huberman (1994), analisis data kualitatif terdiri atas empat tahap, yaitu 1) reduksi data (data reduction); 2) peragaan data (data display); 3) penarikan kesimpulan (conclusion drawing); dan 4) verifikasi. Dalam hal ini, sebagai upaya untuk mengolah data, peneliti pertama-tama perlu mengorganisir atau menyusun data yang telah diperolehnya secara kronologis menurut urutan kejadian selama penelitian berlangsung. Data kualitatif dapat dianalisis dengan menggunakan beberapa teknik analisis, dua terpenting diantaranya akan dibahas disini, yaitu : 1) teknik komparatif tetap (the constant comparative technique) dan 2) teknik induksi analitis (the analytical induction technique).

a.      Teknik Komparatif Tetap
Teknik ini pertama kali dikemukakan Glasser dan Strauss (1967) dan kemudian diperbaiki oleh Lincoln dan Guba (1985). Teknik komparatif tetap ini terdiri atas empat tahapan, yaitu :
1.      Kategori kejadian : tahap pertama disebut dengan perbandingan kategori kejadian.
2.      Perbaikan kategori : pada tahap ini, peneliti menuliskan aturan atau pernyataan yang menjelaskan apa saja kriteria dari suatu kategori.
3.      Mencari hubungan dan tema diantara kategori : tahap ketiga adalah mencari hubungan dan mencari pola-pola yang sama diantara keseluruhan kategori yang ada.
4.      Menyederhanakan dan mengintegrasikan data kedalam suatu struktur teori yang terpadu : pada tahap akhir proses analisis data, peneliti membuat suatu ringkasan dan penelitiannya.

b.      Strategi induksi analitis
Strategi induksi analitis (analytic induction strategy) merupakan teknik yang menggabungkan konstruksi hipotesis dengan analisis data.


7. Presentasi hasil penelitian
            Format yang digunakan peneliti untuk menyajikan hasil penelitian tergantung pada tujuan penelitian. Hasil penelitian yang hendak dipublikasikan pada jurnal akademik biasanya harus mengikuti suatu format laporan yang sudah ditentukan oleh masing-masing jurnal.
8. Replika penelitian
            Suatu hal penting yang perlu kita pahami bahwa hasil penelitian hanya merupakan indikasi mengenai apa yang mungkin ada atau terjadi. Seringkali penelitian melakukan satu kali penelitian dan menyampaikan laporan hasil penelitian seolah-olah mereka telah menemukan suatu teori baru atau hukum baru.

Sumber :
4. Metode Penelitian
            Suatu penelitian dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif. Riset kualitatif merupakan suatu penelitian yang mendalam (in.depth), berorientasi pada kasus sejumlah kecil kasus, termasuk satu studi kasus. Riset kualitatif berupaya menemukan data secara terperinci dari kasus tertentu, seringkali dengan tujuan menemukan bagaimana sesuatu terjadi. Tujuan utama riset kualitatif adalah untuk membuat suatu fakta dapat dipahami, dan seringkali tidak terlalu menekankan pada penarikan kesimpulan (generalisasi), atau tidak menekankan pada perkiraan (prediksi) dari berbagai pola (yang ditemukan).
            Metode kualitatif bersifat fleksibel sehingga memungkinkan peneliti untuk mempelajari berbagai bidang baru yang menarik. Metode kualitatif memiliki beberapa kelemahan. Pertama, ukuran sampel seringkali terlalu kecil untuk memungkinkan peneliti melakukan generalisasi terhadap data diluar sampel yang dipilih untuk penelitian tertentu.
            Pada masa lalu, penelitian kuantitatif dan kualitatif seringkali dibedakan hanya dalam dua hal : 1)riset kualitatif menggunakan jumlah responden atau ukuran sampel yang lebih kecil; 2)karena ukuran sampel yang kecil, hasil riset kualitatif tidak dapat digeneralisasi terhadap populasi dimana sampel ditarik.

a.      Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada jumlah sampel. Walaupun kebanyakan proyek penelitian kualitatif menggunakan sampel dalam jumlah kecil yang tidak melakukan memungkinkan generalisasi hasil penelitian terhadap populasi, namun kenyataannya kita dapat meningkatkan ukuran sampel ebanyak yang kita inginkan sehingga persoalan besar-kecil sampel menjadi tidak relevan lagi.
Perbedaan riset kualitatif, kuantitatif tidak ditentukan pada pengukuran. Pada masa lalu, kebanyakn orang beranggapan bahwa penelitian kualitatif tidak melibatkan pengukuran (measurement) karena kualitatif hanya memaparkan atau menjelaskan saja.

5. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti eksperimen, survey atau pengamatan lapangan (field research) penelitian kualitatif memiliki sejumlah metode pengumpulan data seperti focus group discussion (FGD), pengamatan lapangan, wawancara mendalam, dan studi kasus. Data kualitatif memiliki berbagai macam bentuk. Seperti : catatan yang kita buat selama melakukan pengamatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen, catatn harian (diary), dan jurnal.
Riset kuantitatif memiliki beberapa metode pengumpulan data seperti survey yang mencakup survey melalui telepon, survey surat, dan survey internet. Pada metode ini pertanyaan sudah bersifat tetap (statis), atau sudah terstandar.

6. Analisis dan Interpretasi Data
            Sebagaimana dikemukakan Miles dan Huberman (1994), analisis data kualitatif terdiri atas empat tahap, yaitu 1) reduksi data (data reduction); 2) peragaan data (data display); 3) penarikan kesimpulan (conclusion drawing); dan 4) verifikasi. Dalam hal ini, sebagai upaya untuk mengolah data, peneliti pertama-tama perlu mengorganisir atau menyusun data yang telah diperolehnya secara kronologis menurut urutan kejadian selama penelitian berlangsung. Data kualitatif dapat dianalisis dengan menggunakan beberapa teknik analisis, dua terpenting diantaranya akan dibahas disini, yaitu : 1) teknik komparatif tetap (the constant comparative technique) dan 2) teknik induksi analitis (the analytical induction technique).

a.      Teknik Komparatif Tetap
Teknik ini pertama kali dikemukakan Glasser dan Strauss (1967) dan kemudian diperbaiki oleh Lincoln dan Guba (1985). Teknik komparatif tetap ini terdiri atas empat tahapan, yaitu :
1.      Kategori kejadian : tahap pertama disebut dengan perbandingan kategori kejadian.
2.      Perbaikan kategori : pada tahap ini, peneliti menuliskan aturan atau pernyataan yang menjelaskan apa saja kriteria dari suatu kategori.
3.      Mencari hubungan dan tema diantara kategori : tahap ketiga adalah mencari hubungan dan mencari pola-pola yang sama diantara keseluruhan kategori yang ada.
4.      Menyederhanakan dan mengintegrasikan data kedalam suatu struktur teori yang terpadu : pada tahap akhir proses analisis data, peneliti membuat suatu ringkasan dan penelitiannya.

b.      Strategi induksi analitis
Strategi induksi analitis (analytic induction strategy) merupakan teknik yang menggabungkan konstruksi hipotesis dengan analisis data.


7. Presentasi hasil penelitian
            Format yang digunakan peneliti untuk menyajikan hasil penelitian tergantung pada tujuan penelitian. Hasil penelitian yang hendak dipublikasikan pada jurnal akademik biasanya harus mengikuti suatu format laporan yang sudah ditentukan oleh masing-masing jurnal.
8. Replika penelitian
            Suatu hal penting yang perlu kita pahami bahwa hasil penelitian hanya merupakan indikasi mengenai apa yang mungkin ada atau terjadi. Seringkali penelitian melakukan satu kali penelitian dan menyampaikan laporan hasil penelitian seolah-olah mereka telah menemukan suatu teori baru atau hukum baru.

Sumber : Morissan, Buku : Metode Penelitian Survei, Prenada Media Group, hal 22-33

teknik kualitatif

Teknik kualitatif 
  • teknik kualitatif adalah sebuah wawancara intensif percakapan antara seseorang peneliti dan nara sumber pemberi informasi (berger,Media and communication research methods)
    1. wawancara digunakan untuk mengembangkan gambaran yang menyeluruh tentang latar belakang sikap dan tindakan responden
    2. dapat memperoleh wawasan anda yang tidak terbayangkan sebelom wawancara
    3. wawancara mendalam memungkinkan untuk pengembangan tingkat tebesar dari hubungan paling baik antara pewawancara dan responden
  • fokus group adalah strategi penelitian untuk memahami sikap dan perilaku orang masyarakat dari 6 smpai 12 orang yang diwawancarai secara bersamaan dengan moderator yang memimpin responden dalam diskusi yang relatif tidak terstruktur tentang topik yang di teliti
  • studi kasus adalah penyelidikan empiris bahwa sumber bukti untuk menyelidiki fenomena fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan nyata. 
  • setidaknya ada 4 sumber data dapat digunakan dalam kasus studi
  1. dokumen
  2. wawancara
  3. observasi
  4. fisik artefak 
  • Etnografi adalah proses dimana para peneliti menghabiskan waktu yang lama tinggal atau menetap dengan dan mengamati budaya lain dalam situasi yang alami, keterlibatan ini dalam budaya lain membuat peneliti memahami cara lain untuk hidup seperti yang terlihat dari prespektif lain atau penduduk setempat
matkul  : kualitatif (selasa jam 10.15) ruangan B-307

Senin, 12 September 2016

teknik kuantitaif

  • Teknik kuantitatif , survei adalah projek penelitian kuantitatif yang mana, sejumlah orang-orang dalam jumlah relatif besar, setiap orang diwawancarai,dengan seperangkatpertanyaan yang standar atau ditanyakan dengan cara yang sama setiap waktu
Ada 2 tipe utama dari survei :
  1. survei deskriptip
  2. survei analis
  • Berusaha untuk menjelaskan/ mendokumentasikan, kondisi sekarang, sikap sekarang
  • Suvei analis mencoba menjelaskan, menguraikan mengapa situasi itu berada 2 atau lebih variabel untuk menyelidiki pertanyaan penelitian atau menguji penelitian hipotesis
  • exderimental suatu metode yang melibatkan 2 hal yaitu menipulasi atau merekayasa dan observasi peneliti merekayasa variabel di independen dan kemudian mengobservasi respon dari subjek independen
  • Analisis isi adalah suatu metode yang mempelajari dan menganakisa komunikasi dalam suatu cara yang sistematis, objektif dan kuantitatif dalam mengukur variabel
  • Longitudinal melibatkan pengumpilan data pada waktu-waktu yyang berbeda 
matkul : kualitatif

kualitatif

  • Penelitian kualitatif adalah upaya untuk menemukan sesuatu (wimmer & dominick, 2011; 2)
  • Metode penelitian adalah strategi tertentu yang digunakan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk membangun dan penguji teori (frey,boton, friedman, & kreps, 1991)
  •  Metode penelitian dibagi secara luas menjadi metode kuantitatif dan kualitatif. yang anda pilih akan bergantung pada pertanyaan anda pada penelitian, filsafat yang mendasari penelitian anda,da \n prefensi danketrampilan anda.
  • Penelitian kuantitaif adalah penelitianyang menggunakan teknik-teknik tertentu yang mengakibatkan narasi, akan deskriptif, pengaturan atau praktek .(adaptasi dari parkinson, G.,& drislane,. 2011)
  • Dalam buku pegangna penelitian kualitatif, denzin dan lincoln (2005; 3) menjelaskan penelitian kualitafi sebagai pendeketannaturalistik dan interpretatif kepada dunia, ini berarti peneliti kualitatif mempelajari hal-hal dalam mengatur alam mereka, mencoba untuk memahami atau menafsirkan fenomena dalam hal makna orang membawa kepada mereka.
  • Penelitian kuantitatif adalah formal, objektif progres yang sistematis dimana data numerik yang di gunakan untuk mendapatkan informasi tentang dunia (burns N, & grove sk (2005) the paractice of nursing research : conduct, critique,& untilization 5th ed.).st.louis, elsevier saunders)
  • Penelitian kuantitatif terdiri dari 4 teknik:
             1, Survei
             2, Penelitian eksperimentasi
             3, Isi
             4, Penelitian longitudinal
  • Penelitian kualitatif terdiri dari 5 aspek 
             1, Pawancara intensif
             2, Pengamatan lapangan
             3, Fokus group
             4, Studie kasus
             5, Ethnography

kuantitatif pendahuluan 2 -21

METODE PENELITIAN KUANTITATIF


I.        PENDAHULUAN
Apakah penelitian itu? Menurut Wimmer dan Dominick (2011), penelitian adalah upaya untuk menemukan sesuatu (an attempt to discover something). Hal ini berarti kita semua adalah peneliti, dan kita walaupun sering kali tidak menyadari, melakukan penelitian setiap harinya. Riset atau penelitian dapat bersifat formal atau informal. Riset formal berarti peneliti harus mengikuti secara secara tepat prosedur penelitian yang sudah dilakukan. Sedangkan riset informal berarti peneliti tidak perlu mengikuti prosedur yang sudah ditentukan.
                                                     
A.      Metode Ilmiah
Semua peneliti baik formal maupun informal, selalu diawali dengan suatu pertanyaan dasar atau proposisi mengenai suatu fenomena tertentu. Misalnya : rubric surat kabar apa yang paling sering dibaca? Tujuan dari setiap penelitian adalah “untuk mengetahui” jawaban yang muncul dipikiran, dan jawaban atau temuan yang diperoleh disebut dengan pengetahuan. Manusia menggunakan 4 cara untuk dapat mengetahui (methods of knowing):
1.      Keteguhan            
2.      Intuisi                   
3.      Otoritas                
4.      Ilmiah      
  • Karakteristik Metode Ilmiah : Metode ilmiah memiliki lima karakteristik dasar yang membedakannya dengan metode lainnya, untuk mengetahui kelima karakteristik metode tersebut yaitu: 
  • 1. Terbuka 
  • 2. Obejktif 
  • 3. Empiris 
  • 4. Sistematis 
  • 5. Prediktif         
B.      Langkah-langkah Penelitian
Tujuan dari suatu metode penelitian ilmiah adalah untuk menghasilkan data yang objektif, sehingga bisa dapat dilakukan evaluasi terhadap data yang diperoleh. Adapun kedelapan penelitian yang di maksud adalah sebagai berikut:
1.      Pemilihan topic penelitian                        5. Pengumpulan data
2.      Tinjauan teori                                           6. Analisis dan interpretasi hasil
3.      Hipotesis dan pertanyaan penelitian        7. Presentasi hasil penelitian
4.      Menentukan metode penelitian                8. Replica Penelitian
1.a    Pemilihan topic penelitian
     Untuk mengetahui penelitian tersebut memang berharga dan bernilai untuk diteliti. 
Caranya  dengan menjawab tujuh pertanyaan dasar tersebut :
1.      Apakah penelitian topic terlalu luas?
2.      Apakah topic dapat diteliti?
3.      Apakah data dapat dianalisis?
4.      Apakah masalahnya penting?
5.      Apakah hasilnya dapat digeneralisasi?
6.      Apakah biaya penelitian dapat terjangkau?
7.      Apakah penelitian mengandung bahaya?
1.b    Tinjauan Pustaka
Setiap penelitian berawal dari tiga faktor : ketertarikan (interest), ide atau gagasan, dan teori yang melandasinya. Dalam mencari gagasan atau topik apa yang hendak diteliti, ketiga faktor tersebut sangat berperan penting. Diawali dengan adanya ketertarikan, munculnya ide atau gagasan, dan dilanjutkan dengan mencari teori yang relevan. Namun ketiga faktor tersebut tidak mesti bersifat linear. Suatu tinjauan pustaka bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut ini. Menjawab berbagai pertanyaan ini akan membantu peneliti merumuskan:
·         Jenis penelitian apa yang telah dilakukan sebelumnya terkait dengan topic penelitian    yang hendak dilaksanakan?
·         Apa yang belum diteliti?
1.c    Merumuskan pertanyaan dan hipotesis penelitian
Setelah mendapatkan topic penelitian, dan melakukan pendalaman terhadap literatur terkait, selanjutnya peneliti harus merumuskan masalah penelitian kedalam hipotesis atau pertanyaan penelitian. Ada 2 alasan mangapa peneliti mengajukan pertanyaan atau hipotesis penelitian. Pertama, pertanyaan atau hipotesis penelitian berfungsi membatasi apa yang hendak diketahui. Kedua, pertanyaan atau hipotesis penelitian berfungsi mengarahkan peneliti pada metode penelitian yang hendak digunakan.
a.      Pertanyaan Penelitian
Peneliti dalam menyusun suatu rumusan masalah atau pertanyaan harus memerhatikan beberapa keuntungan agar dapat rumusan masalah atau pertanyaan penelitian yang baik.
b.      Hipotesis Penelitian
Pada kebanyakan penelitian, peneliti mengembangkan penelitiannya berdasarkan teori yang sudah ada.
c.       Tujuan hipotesis
Adanya hipotesis dalam suatu penelitian memberikan beberapa keuntungan bagi peneliti.
d.      Syarat hipotesis
Tidak semua hipotesis merupakan hipotesis yang baik dan bermanfaat. Suatu hipotesis yang bermanfaat harus memiliki sekurang-kurangnya empat karakteristik yaitu hipotesis harus sejalan dengan topik ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini, harus konsisten dengan logika, harus dinyatakan secara ringkas, harus dapat diuji.
e.      Hipotesis nol
Hipotesis nol (disebut juga “hipotesis tanpa perbedaan”) menyatakan bahwa perbedaan statistic atau hubungan yang ditemukan dalam analisis disebabkan adanya peluang atau kesalahan acak (random error). Hipotesis nol (H0) adalah alternatif logis dari hipotesis penelitian (H1).


Sumber : Buku "METODE PENELITIAN SURVEI", Bab 1 Pendahuluan hal 2-21,       Morissan.